Silahkan klik materinya
BELAJAR EKONOMI
Penglihat
02 Februari 2026
14 November 2025
3. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Silahkan lihat materinya pada link berikut:
Tentukan:
1. Buatlah analisis terlebih dahulu perpoinnya
2. Buatlah tabel persamaan akuntansinya
3. Kerjakan pada buku ekonomi dan kumpulkan dimeja bapak.
20 Oktober 2025
KONSUMSI
KONSUMSI
1.
Pengertian Konsumsi dan Konsumen
Konsumsi adalah
kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa.
Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut.
Benda yang
dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan disebut benda konsumsi. Benda
konsumsi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. digunakan untuk memenuhi kebutuhan
manusia
b. dapat habis jika digunakan secara terus-menerus
c. habisnya nilai
barang
2.
Tujuan Konsumsi
Tujuan konsumsi
ada empat yaitu:
a. mengurangi nilai guna barang
atau jasa secara
bertahap.
b. menghabiskan nilai guna barang
sekaligus.
c. memuaskan kebutuhan
secara fisik.
d. memuaskan kebutuhan
rohani.
3.
Faktor yang mempengaruhi konsumsi
Tahu nggak
kenapa barang atau jasa yang dikonsumsi oleh setiap orang berbeda-beda? Mengapa
bisa? Ini karena banyak faktor yang dapat memengaruhi konsumsi seseorang.
a. Faktor internal
1) Pendapatan
Orang yang
berpendapatan tinggi menggunakan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan primer,
sekunder, tersier, bahkan sisanya ditabung.
Adapun orang yang berpendapatan rendah menghabiskan pendapatannya untuk
mengkonsumsi barang kebutuhan pokok.
2) Usia dan jenis kelamin
Usia seseorang
memengaruhi tingkat konsumsi. Semakin dewasa seseorang, tingkat konsumsinya
semakin tinggi.
3) Pola hidup
Pola hidup
seseorang berpengaruh terhadap tingkat konsumsinya. Jika biasa dengan hidup
boros maka pengeluaran konsumsinya relatip besar. sebaliknya jika biasa dengan
hidup hemat maka tingkat konsumsinya cenderung kecil.
4) Selera
Banyak orang
yang mengesampingkan pendapatannya untuk mendapatkan barang atau jasa agar
mengikuti seleranya.
b. Faktor Eksternal
1) Kebudayaan
Tiap suku
bangsa mempunyai adat istiadat yang berbeda. Perbedaan tersebut berpengaruh
terhadap jenis barang dan jasa yang dibutuhkan.
2) Lingkungan.
Lingkungan
tempat tinggal mempengaruhi konsumsi. Kebutuhan orang yang tinggal di daerah
beriklim dingin akan berbeda dengan yang tinggal di daerah beriklim panas.
3) Harga
Jika harga
barang naik, sedangkan pendapatan tetap maka tingkat konsumsi akan turun. Sebaliknya,
jika harga barang turun, sedangkan pendapatan tetap maka tingkat konsumsi naik.
4.
Nilai Suatu Barang
Selanjutnya nilai barang dan jasa dapat
dibedakan menjadi dua macam nilai:
a. Nilai Pakai (Value in Use)
Jika Anda
belajar daring menggunakan laptop, dikatakan laptop yang digunakan memiliki
nilai pakai. Jadi apakah yang dimaksud dengan nilai pakai itu?
Nilai pakai
adalah kemampuan suatu barang untuk dapat memuaskan kebutuhan. Tinggi atau
rendahnya nilai pakai barang ditentukan oleh intensitas kebutuhan, tempat dan
waktu.
1) Nilai pakai
subjektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari penggunaan barang
atau jasa.
2) Nilai pakai
objektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari barang atau jasa
tersebut.
b. Nilai Tukar
(Valuein Exchange)
Nilai tukar
diartikan sebagai kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang
lain di pasar. Tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang ditentukan oleh
nilai pakai barang tersebut. Contoh beras memiliki nilai pakai yang lebih besar
daripada pasir.
1) Nilai tukar
subjektif artinya nilai tukar barang berdasarkan barangnya. Contohnya adalah mobil antik, motor kuno dan lukisan
2) Nilai tukar
objektif Nilai tukar subjektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan orang
yang menukarkannya. Contohnya adalah uang dan emas.
DISTRIBUSI
DISTRIBUSI
1. Pengertian Distribusi
Anda pasti
pernah melihat pedagang berkeliling untuk menawarkan barang dagangannya kepada
pembeli, contoh seperti tukang sayur, tukang bakso. Kegiatan yang dilakukan
oleh orang-orang tersebut merupakan kegiatan distribusi.
Distribusi
adalah menyalurkan barang/jasa hasil produksi kepada konsumen. Sistem
distribusi klasik adalah melalui
transaksi langsung antara
produsen dan konsumen, atau melalui transaksi yang dilakukan di pasar
(pasar nyata yaitu tempat untuk pertemuan penjual dan pembeli).
2.
Tujuan Distribusi
a.
Membantu menyalurkan barang
dan jasa hasil produksi dari produsen ke konsumen
b.
Mempermudah konsumen untuk mendapatkan barang
kebutuhannya
c.
Membantu produsen untuk menjualkan barangnya
d.
Membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat
3. Fungsi distribusi
a.
Fungsi Pokok
Distribusi
Yang dimaksud
dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan.
Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:
1) Pengangkutan ( Transportasi)
Pada umumnya
tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan
tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia
semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar,
sehingga membutuhkan alat transportasi (pengangkutan).
2) Penjualan ( Selling)
Di dalam
pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen.
Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan
penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.
3) Pembelian ( Buying)
Setiap ada
penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan
oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang
tersebut.
4) Penyimpanan ( Stooring)
Sebelum
barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam
menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barang-barang, perlu adanya
penyimpanan (pergudangan). Contoh, Anda bisa lihat mengapa orangtua kita ada
yang membuat lumbung padi?
5) Pembakuan Standar
Kualitas Barang
Dalam setiap
transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya
ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karena
itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran,
maupun kualitas barang
yang akan diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (standardisasi) barang
ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan
harapan.
6) Penanggung Resiko
Pada saat
kegiatan distribusi, maka seorang distributor tentunya akan menanggung resiko.
Pada jaman sekarang untuk menanggung resiko yang muncul bisa dilakukan
kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.
b. Fungsi Tambahan
Distribusi
1) Menyeleksi
Kegiatan ini
biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang
dikumpulkan dari beberapa pengusaha. Misalnya produksi tembakau perlu diseleksi
berdasarkan mutu/standar yang biasa berlaku, produksi buah-buahan diseleksi
berdasarkan ukuran besarnya.
2) Mengepak/Mengemas
Untuk
menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam pendistribusian, maka barang
harus dikemas dengan baik. Misalnya buah-buahan atau sayuran, baju, TV.
3) Memberi Informasi
Untuk
memberikan kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi
informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang
dianggap perlu informasi. Informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.
4. Pihak-pihak dalam
Distribusi
a.
Agen (Dealer) adalah perantara pemasaran atas
nama perusahaan. Menjualkan barang hasil produksi perusahaan tersebut di suatu
daerah tertentu. Balas jasa yang diterima
berupa pengurangan harga dan komisi.
b.
Broker (Makelar) adalah perantara pemasaran
yang kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melaksanakan kontrak
atau transaksi jual beli. Balas jasa yang diterima disebut kurtasi atau
provisi.
c.
Komisioner adalah perantara pembelian dan
penjualan atas nama dirinya sendiri
dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Balas jasa yang diterima disebut komisi.
d.
Importir adalah pedagang yang melakukan
aktivitasnya dengan menyalurkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.
e.
Eksportir adalah pedagang yang melakukan
aktivitasnya dengan menyalurkan barang ke luar negeri.
f.
Pedagang Besar (Grosir atau Wholesaler) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali
kepada pedagang yang lain. Pedagang besar selalu membeli dan menjual barang
dalam partai besar.
g.
Pedagang Eceran (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya
kembali langsung kepada konsumen. Untuk membeli biasa partai besar, tetapi
menjualnya biasanya dalam partai kecil atau per- satuan.
Jika dibuatkan bagan, maka hubungan
antara Produsen, Saluran Distribusi dan Konsumen sebagai berikut:
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi
a.
Pasar
Saluran
distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu jumlah konsumen,
letak geografis konsumen, jumlah pesanan dan kebiasaan dalam pembelian
b.
Produk
Produk
berkaitan dengan objek fisik barang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar
dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.
c.
Produsen
Pertimbangan
yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen
serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.
d.
Perantara
Beberapa faktor
yang perlu dipertimbangkan antara lain pelayanan perantara, keuangan perantara,
sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan, dan ongkos
penyaluran barang.
6. Mata rantai
distribusi
Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
a.
![]()
Distribusi
langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen langsung kepada konsumen
tanpa melewati perantara. Contohnya seorang penjual martabak memproduksi sendiri dan langsung
menjual dagangannya kepada pembeli (konsumen).
b. Distribus itidak langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen melalui perantara. Misalnya melalui pedagang besar (grosir), pedagang kecil (retailer), agen, makelar, komisioner, eksportir, importir, dan penyalur-penyalur yang lainnya.
PRODUKSI
PRODUKSI
1.
Pengertian Produksi
Produksi adalah setiap usaha
manusia untuk menciptakan atau menambah nilai
guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan manusia.
Input _ Proses _ Output
·
Input adalah
segala sesuatu yang akan diolah
·
Proses merupakan kegiatan
yang mengubah atau mengolah input
·
Output adalah
hasil dari proses pengolahan bisa berupa barang atau
jasa
2.
Tujuan Produksi
Tujuan produksi
adalah menghasilkan barang untuk mendapatkan laba. Tujuan tersebut
tercapai jika barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Oleh karena itu, dapat
dikatakan bahwa sasaran kegiatan produksi adalah pelayanan kebutuhan masyarakat
atau untuk memenuhi kebutuhan hidupmasyarakat.
Oleh karena
itu tujuan produksi,
antara lain, sebagai
berikut:
a.
memperbanyak
jumlah barang/jasa;
b.
menghasilkan
barang/jasa yang berkualitas tinggi;
c. memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan
peradaban dan kebudayaan serta perkembangan teknologi;
d.
mengganti barang yang rusak atau habis;
e.
memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga;
f.
memenuhi pasar internasional;
g.
mendapatkan keuntungan;
h.
meningkatkan
kemakmuran.
3. Faktor-faktor Produksi
Tentunya
dalam mencapai tujuan itu kegiatan produksi membutuhkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan produk baik barang atau jasa.
Faktor produksi terdiri dari:
a.
Faktor produksi asli,
meliputi sumber daya alam
dan sumber daya manusia.
1) Sumber daya alam
2) Sumber daya manusia
b.
Faktor produksi turunan,
meliputi modal dan kewirausahaan.
1) Modal atau capital yaitu semua alat yang
dipergunakan sebagai penunjang proses produksi.
2) Kewirausahaan
atau Entreprenuer yaitu kemampuan
pengusaha untuk mengolah faktor-faktor produksi, sehingga dapat melakukan
kegiatan produksi secara efektif dan efisien.
4. Proses Produksi
Proses produksi adalah
suatu kegiatan yang dilakukan melalui tahapan- tahapan tertentu untuk
menghasilkan atau menambah manfaat barang/jasa. Pengertian lain tentang proses
produksi adalah urutan pengolahan dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi.
Ada dua macam proses
produksi yang dijelaskan sebagai berikut.
a.
Proses produksi kontinue atau
terus-menerus
b.
Proses produksi intermitten atau
berselingan









