Penglihat

14 November 2025

3. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

 Silahkan lihat materinya pada link berikut:


Persamaan Dasar Akuntansi


Perhatikan catatan akuntansi dibawah ini:






Tentukan:

1. Buatlah analisis terlebih dahulu perpoinnya

2. Buatlah tabel persamaan akuntansinya

3. Kerjakan pada buku ekonomi dan kumpulkan dimeja bapak. 

2. BUKTI TRANSAKSI

 Silahkan download materinya:


Bukti Transaksi



20 Oktober 2025

1. KONSEP AKUNTANSI




 


















KONSUMSI

 

KONSUMSI

1.      Pengertian Konsumsi dan Konsumen

Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa. Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut.

Benda yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan disebut benda konsumsi. Benda konsumsi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.   digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia

b.   dapat habis jika digunakan secara terus-menerus

c.   habisnya nilai barang

2.   Tujuan Konsumsi

Tujuan konsumsi ada empat yaitu:

a.   mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap.

b.   menghabiskan nilai guna barang sekaligus.

c.   memuaskan kebutuhan secara fisik.

d.   memuaskan kebutuhan rohani.

3.      Faktor yang mempengaruhi konsumsi

Tahu nggak kenapa barang atau jasa yang dikonsumsi oleh setiap orang berbeda-beda? Mengapa bisa? Ini karena banyak faktor yang dapat memengaruhi konsumsi seseorang.

a.   Faktor internal

1)   Pendapatan

Orang yang berpendapatan tinggi menggunakan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, tersier, bahkan sisanya ditabung. Adapun orang yang berpendapatan rendah menghabiskan pendapatannya untuk mengkonsumsi barang kebutuhan pokok.

2)   Usia dan jenis kelamin

Usia seseorang memengaruhi tingkat konsumsi. Semakin dewasa seseorang, tingkat konsumsinya semakin tinggi.

3)   Pola hidup

Pola hidup seseorang berpengaruh terhadap tingkat konsumsinya. Jika biasa dengan hidup boros maka pengeluaran konsumsinya relatip besar. sebaliknya jika biasa dengan hidup hemat maka tingkat konsumsinya cenderung kecil.

4)   Selera

Banyak orang yang mengesampingkan pendapatannya untuk mendapatkan barang atau jasa agar mengikuti seleranya.

b.   Faktor Eksternal

1)   Kebudayaan

Tiap suku bangsa mempunyai adat istiadat yang berbeda. Perbedaan tersebut berpengaruh terhadap jenis barang dan jasa yang dibutuhkan.

2)   Lingkungan.

Lingkungan tempat tinggal mempengaruhi konsumsi. Kebutuhan orang yang tinggal di daerah beriklim dingin akan berbeda dengan yang tinggal di daerah beriklim panas.

3)   Harga

Jika harga barang naik, sedangkan pendapatan tetap maka tingkat konsumsi akan turun. Sebaliknya, jika harga barang turun, sedangkan pendapatan tetap maka tingkat konsumsi naik.

4.    Nilai Suatu Barang

Selanjutnya nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua macam nilai:

a.     Nilai Pakai (Value in Use)

Jika Anda belajar daring menggunakan laptop, dikatakan laptop yang digunakan memiliki nilai pakai. Jadi apakah yang dimaksud dengan nilai pakai itu?

Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang untuk dapat memuaskan kebutuhan. Tinggi atau rendahnya nilai pakai barang ditentukan oleh intensitas kebutuhan, tempat dan waktu.

1)    Nilai pakai subjektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari penggunaan barang atau jasa.

2)    Nilai pakai objektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari barang atau jasa tersebut.

b.     Nilai Tukar (Valuein Exchange)

Nilai tukar diartikan sebagai kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain di pasar. Tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang ditentukan oleh nilai pakai barang tersebut. Contoh beras memiliki nilai pakai yang lebih besar daripada pasir.

1)    Nilai tukar subjektif artinya nilai tukar barang berdasarkan barangnya. Contohnya adalah mobil antik, motor kuno dan lukisan

2)    Nilai tukar objektif Nilai tukar subjektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan orang yang menukarkannya. Contohnya adalah uang dan emas.

DISTRIBUSI

 

DISTRIBUSI

1.  Pengertian Distribusi

Anda pasti pernah melihat pedagang berkeliling untuk menawarkan barang dagangannya kepada pembeli, contoh seperti tukang sayur, tukang bakso. Kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut merupakan kegiatan distribusi.

Distribusi adalah menyalurkan barang/jasa hasil produksi kepada konsumen. Sistem distribusi klasik adalah melalui transaksi langsung antara produsen dan konsumen, atau melalui transaksi yang dilakukan di pasar (pasar nyata yaitu tempat untuk pertemuan penjual dan pembeli).

2.   Tujuan Distribusi

a.     Membantu menyalurkan barang dan jasa hasil produksi dari produsen ke konsumen

b.    Mempermudah konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhannya

c.     Membantu produsen untuk menjualkan barangnya

d.    Membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat

3.   Fungsi distribusi

a.     Fungsi Pokok Distribusi

Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:

1)       Pengangkutan ( Transportasi)

Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar, sehingga membutuhkan alat transportasi (pengangkutan).

2)      Penjualan ( Selling)

Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

3)      Pembelian ( Buying)

Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.

4)      Penyimpanan ( Stooring)

Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barang-barang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan). Contoh, Anda bisa lihat mengapa orangtua kita ada yang membuat lumbung padi?

5)      Pembakuan Standar Kualitas Barang

Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.

6)      Penanggung Resiko

Pada saat kegiatan distribusi, maka seorang distributor tentunya akan menanggung resiko. Pada jaman sekarang untuk menanggung resiko yang muncul bisa dilakukan kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.

b.   Fungsi Tambahan Distribusi

1)       Menyeleksi

Kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha. Misalnya produksi tembakau perlu diseleksi berdasarkan mutu/standar yang biasa berlaku, produksi buah-buahan diseleksi berdasarkan ukuran besarnya.

2)     Mengepak/Mengemas

Untuk menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam pendistribusian, maka barang harus dikemas dengan baik. Misalnya buah-buahan atau sayuran, baju, TV.

3)     Memberi Informasi

Untuk memberikan kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi. Informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.

4.   Pihak-pihak dalam Distribusi

a.       Agen (Dealer) adalah perantara pemasaran atas nama perusahaan. Menjualkan barang hasil produksi perusahaan tersebut di suatu daerah tertentu. Balas jasa yang diterima berupa pengurangan harga dan komisi.

b.       Broker (Makelar) adalah perantara pemasaran yang kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melaksanakan kontrak atau transaksi jual beli. Balas jasa yang diterima disebut kurtasi atau provisi.

c.        Komisioner adalah perantara pembelian dan penjualan atas nama dirinya sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Balas jasa yang diterima disebut komisi.

d.       Importir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.

e.       Eksportir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang ke luar negeri.

f.         Pedagang Besar (Grosir atau Wholesaler) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali kepada pedagang yang lain. Pedagang besar selalu membeli dan menjual barang dalam partai besar.

g.       Pedagang Eceran (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali langsung kepada konsumen. Untuk membeli biasa partai besar, tetapi menjualnya biasanya dalam partai kecil atau per- satuan.

Jika dibuatkan bagan, maka hubungan antara Produsen, Saluran Distribusi dan Konsumen sebagai berikut:



5.   Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi

a.      Pasar

Saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu jumlah konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan dan kebiasaan dalam pembelian

b.      Produk

Produk berkaitan dengan objek fisik barang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.

c.       Produsen

Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.

d.      Perantara

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain pelayanan perantara, keuangan perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan, dan ongkos penyaluran barang.

6.     Mata rantai distribusi

Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

a.      

https://lh4.googleusercontent.com/owUzYtmyKAnljxN67G1oXZakE_Oi-QwYIyzPBE4D8m_x_8dYekKMT0dfmqbcgVb5UroJIeybPZwExMnmPMTtnhZT6chR-ZEc-RgGZelfh1RChDXLSHJKs9q2kaxe-sdqhpPqy_ov

Distribusi langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen langsung kepada konsumen tanpa melewati perantara. Contohnya seorang penjual martabak memproduksi sendiri dan langsung menjual dagangannya kepada pembeli (konsumen).

b.       Distribus itidak langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen melalui perantara. Misalnya melalui pedagang besar (grosir), pedagang kecil (retailer), agen, makelar, komisioner, eksportir, importir, dan penyalur-penyalur yang lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PRODUKSI

 

PRODUKSI

1.     Pengertian Produksi



Produksi adalah setiap usaha manusia untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Input  _  Proses  _  Output

·        Input adalah segala sesuatu yang akan diolah

·        Proses merupakan kegiatan yang mengubah atau mengolah input

·         Output adalah hasil dari proses pengolahan bisa berupa barang atau jasa

2.     Tujuan Produksi

Tujuan produksi adalah menghasilkan barang untuk mendapatkan laba. Tujuan tersebut tercapai jika barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sasaran kegiatan produksi adalah pelayanan kebutuhan masyarakat atau untuk memenuhi kebutuhan hidupmasyarakat.

Oleh karena itu tujuan produksi, antara lain, sebagai berikut:

a.       memperbanyak jumlah barang/jasa;

b.      menghasilkan barang/jasa yang berkualitas tinggi;

c.      memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan serta perkembangan teknologi;

d.      mengganti barang yang rusak atau habis;

e.       memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga;

f.        memenuhi pasar internasional;

g.       mendapatkan keuntungan;

h.      meningkatkan kemakmuran.

3.     Faktor-faktor Produksi

Tentunya dalam mencapai tujuan itu kegiatan produksi membutuhkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan produk baik barang atau jasa. Faktor produksi terdiri dari:

a.     Faktor produksi asli, meliputi sumber daya alam dan sumber daya manusia.

1)   Sumber daya alam

2)   Sumber daya manusia

b.    Faktor produksi turunan, meliputi modal dan kewirausahaan.

1)   Modal atau capital yaitu semua alat yang dipergunakan sebagai penunjang proses produksi.

2) Kewirausahaan atau Entreprenuer yaitu kemampuan pengusaha untuk mengolah faktor-faktor produksi, sehingga dapat melakukan kegiatan produksi secara efektif dan efisien.




4.      Proses Produksi

Proses produksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan melalui tahapan- tahapan tertentu untuk menghasilkan atau menambah manfaat barang/jasa. Pengertian lain tentang proses produksi adalah urutan pengolahan dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi.

Ada dua macam proses produksi yang dijelaskan sebagai berikut.

a.     Proses produksi kontinue atau terus-menerus

b.    Proses produksi intermitten atau berselingan