Penglihat

17 Februari 2025

BANK SYARI'AH

 

Pengertian bank syariah

 


Perbankan syariah adalah sistem perbankan yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam atau syariah. Berbeda dengan perbankan konvensional yang umumnya mengandalkan bunga sebagai sumber utama pendapatan, perbankan syariah mengikuti aturan yang menekankan keadilan, transparansi, dan etika dalam setiap transaksi. Sistem ini tidak hanya menyediakan alternatif bagi masyarakat Muslim, tetapi juga menawarkan pendekatan yang inklusif dan etis dalam dunia keuangan.

Prinsip-Prinsip Perbankan Syariah

  1. Larangan Riba (Bunga) Salah satu prinsip dasar perbankan syariah adalah larangan riba, yaitu bunga yang diperoleh dari pinjaman. Perbankan syariah tidak menggunakan bunga dalam transaksi keuangannya. Sebagai gantinya, keuntungan diperoleh melalui model bagi hasil atau komisi.

  2. Larangan Gharar (Ketidakpastian) Transaksi dalam perbankan syariah harus bebas dari ketidakpastian atau spekulasi berlebihan. Semua pihak harus memahami dengan jelas ketentuan dan risiko dari transaksi yang dilakukan.

  3. Larangan Investasi dalam Hal-Hal Haram Perbankan syariah hanya berinvestasi dalam sektor-sektor yang sesuai dengan hukum Islam. Investasi dalam industri yang dianggap haram, seperti alkohol, perjudian, dan produk-produk yang melanggar prinsip syariah, dilarang.

  4. Keadilan dan Transparansi Setiap transaksi dalam perbankan syariah harus dilakukan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Ini termasuk memastikan bahwa semua pihak terlibat memiliki pemahaman yang sama dan setara dalam hal ketentuan dan hasil transaksi.

  5. Zakat dan Sedekah Bank syariah juga terlibat dalam pengumpulan zakat dan sedekah, yang merupakan kewajiban agama untuk mendistribusikan kekayaan secara adil dan membantu mereka yang membutuhkan.

Produk Perbankan Syariah

  1. Mudharabah (Bagi Hasil) Mudharabah adalah kontrak kemitraan di mana salah satu pihak (pemilik modal) menyediakan dana, sedangkan pihak lainnya (pengelola) menyediakan keahlian dan usaha. Keuntungan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya, sementara kerugian ditanggung oleh pemilik modal.

  2. Murabahah (Penjualan dengan Margin Keuntungan) Murabahah adalah kontrak jual beli di mana bank membeli barang atau aset atas nama nasabah dan kemudian menjualnya kepada nasabah dengan margin keuntungan yang telah disepakati. Nasabah membayar harga barang atau aset tersebut dalam angsuran sesuai perjanjian.

  3. Ijarah (Sewa) Ijarah adalah kontrak sewa di mana bank membeli atau memiliki aset dan menyewakannya kepada nasabah. Nasabah membayar sewa untuk penggunaan aset tersebut, dan bank tetap menjadi pemilik aset.

  4. Istisna (Kontrak Pemesanan) Istisna adalah kontrak di mana bank membiayai pembuatan atau produksi barang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan nasabah. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau dalam angsuran, sementara barang diserahkan setelah produksi selesai.

  5. Sukuk (Obligasi Syariah) Sukuk adalah instrumen keuangan yang berfungsi mirip dengan obligasi konvensional tetapi mematuhi prinsip syariah. Sukuk mewakili kepemilikan dalam aset yang menghasilkan pendapatan, dan pemegang sukuk memperoleh bagi hasil sesuai dengan performa aset.

Keunggulan Perbankan Syariah

  1. Kepatuhan Terhadap Prinsip Syariah Perbankan syariah mematuhi prinsip-prinsip Islam, sehingga menarik bagi masyarakat yang menginginkan transaksi keuangan yang sesuai dengan keyakinan agama mereka.

  2. Menghindari Risiko Bunga Dengan menghindari bunga, perbankan syariah berusaha menciptakan sistem keuangan yang lebih adil dan berfokus pada pembagian risiko serta keuntungan yang seimbang antara pihak-pihak yang terlibat.

  3. Keadilan dan Transparansi Prinsip keadilan dan transparansi dalam perbankan syariah membantu menghindari praktik yang tidak adil dan eksploitasi. Ini menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara bank dan nasabah.

  4. Tanggung Jawab Sosial Perbankan syariah seringkali terlibat dalam kegiatan sosial, seperti zakat dan sedekah, yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sosial.

  5. Diversifikasi Produk Produk-produk perbankan syariah menawarkan berbagai pilihan yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan keuangan, dari pembiayaan usaha hingga investasi.

Tantangan Perbankan Syariah

  1. Kurangnya Kesadaran dan Pengetahuan Kesadaran dan pengetahuan tentang perbankan syariah masih terbatas di beberapa daerah, yang dapat membatasi pertumbuhan dan adopsi sistem ini.

  2. Keterbatasan Produk Di beberapa pasar, produk dan layanan perbankan syariah mungkin belum sebanyak produk perbankan konvensional, yang dapat membatasi pilihan nasabah.

  3. Regulasi dan Standarisasi Berbeda-beda regulasi dan standarisasi di berbagai negara dapat menyulitkan lembaga keuangan syariah dalam beroperasi secara konsisten di seluruh dunia.

  4. Kompleksitas Produk Beberapa produk perbankan syariah mungkin dianggap kompleks atau sulit dipahami oleh nasabah baru, yang dapat menjadi hambatan dalam adopsi.

Kesimpulan

Perbankan syariah menawarkan alternatif yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaan keuangan, dengan penekanan pada keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Meskipun menghadapi tantangan, perbankan syariah terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan dalam dunia keuangan global, dengan menawarkan solusi yang etis dan inklusif untuk berbagai kebutuhan keuangan. 

10 Februari 2025

SOAL BANK SENTRAL

 1. Pernyataan berikut merupakan tugas-tugas bank:

1. Mendorong kelancaran produksi dan pembayaran
2. Mendiskonto wesel
3. Mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan rupiah
4. Menerima dan membayarkan kembali uang dalam rekening koran
5. Memberikan kredit jangka pendek Yang merupakan tugas bank sentral berdasarkan pernyataan di atas, adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 2 dan 5
E. 3 dan 4

2. Perhatikan cuplikan wacana dari Republika berikut ini:
Bank Indonesia meminta dompet digital milik asing wajib tunduk pada aturan Indonesia. Hal ini menjawab munculnya rumor dompet digital seperti Whatsapp Pay yang ingin masuk ke Indonesia. Dari wacana tersebut tampak peran Bank Indonesia sebagai ...
A. Regulator
B. Perizinan
C. Pengawasan
D. Operator
E. Fasilitator

3. Perhatikan cuplikan wacana dari Republika berikut ini:
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta setiap perusahaan perniagaan daring (e-commerce) untuk mematuhi kewajiban perizinan dari Bank Indonesia sehingga memperoleh legalitas untuk menerbitkan uang elektronik sebagai alat pembayaran.
Dari wacana tersebut tampak peran BI sebagai ...
A. Regulator
B. Perizinan
C. Pengawasan
D. Operator
E. Fasilitator

4. Menjaga dan mengatur stabilitas nilai uang merupakan tugas bank ...
A. Asing
B. BPR
C. Umum
D. Sentral
E. Tabungan

5. Bank Sentral memiliki fungsi sebagai bank sirkulasi, artinya ...
A. Kekuasaan bank untuk menuntaskan segala permasalahan dengan nasabah ada di BI
B. Bank Sentral memiliki tugas mengedarkan uang kartal kepada masyarakat
C. Bank Sentral menjadi pemberi pinjaman terakhir dari bank yang bermasalah
D. Bank Sentral bisa memberikan keputusan untuk menentukan tingkat suku pinjaman
E. Bank Sentral merupakan bankir dari bank-bank

6. Perhatikan kesulitan barter dan kesulitan menyimpan uang barang:
1. Sulit menemukan barang untuk kebutuhan yang mendesak
2. Sukar disimpan
3. Sukar dibawa kemana-mana
4. Tidak tahan lama
5. Sulit menentukan perbandingan barang yang ditukarkan
6. Sulit memenuhi kebutuhan yang bermacam-macam Yang menjadi kesulitan barter adalah ...
A. 1, 2 dan 3
B. 1, 5 dan 6
C. 2, 3 dan 4
D. 3, 4 dan 5
E. 4, 5 dan 6


7.Perhatikan pernyataan berikut tentang Bank Indonesia !

(1) Menentukan tingkat suku bunga.

(2) Menetapkan giro wajib minimum.

(3) Melaksanakan operasi pasar terbuka.

(4) Membuat peraturan perpajakan.

(5) Menetapkan penggunaan alat pembayaran.

Dari pernyataan tersebut, wewenang Bank Indonesia terkait tugasnya melaksanakan kebijakan moneter adalah ...

A. (1), (2), dan (3)

B. (1), (3), dan (5)

C. (2), (3), dan (4)

D. (2), (3), dan (5)

E. (3), (4), dan (5)

8.Apakah tujuan utama Bank Indonesia selaku bank sentral negara Indonesia?

A. Mencapai dan memelihara kestabilan rupiah

B. Melakukan pengawasan mikroprudensial

C. Melakukan pengawasan makroprudensial

D. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

E. Melakukan pengurangan peredaran uang

9Pada tahap awal evolusi bank sentral, bank sentral adalah bank komersial yang diberikan kekhususan, artinya...
A. Melakukan penawaran saham perdana
B. Menerima dana dari pemerintah
C. Menerbitkan obligasi
D. Berhak menerbitkan dan mengedarkan uang
E. Membeli oblgasi dan saham


10.Ciri-ciri uang kartal dan uang giral sebagai berikut. 1) Diterima kalangan tertentu, terutama oleh pengusaha; 2) Diterima oleh umum sebagai alat tukar dan alat bayar; 3) Berupa surat berharga seperti cek, kartu kredit, dan lain-lain; 4) Lebih mudah digunakan dalam bertransaksi; 5) Lebih aman untuk digunakan dan dibawa; 6) Berupa uang kertas dan uang logam. Alasan paling tepat sehingga uang kartal lebih diminati masyarakat adalah…
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 4)
C. 2), 3), dan 5)
D. 2), 4), dan 6)
E. 4), 5), dan 6)